Aku duduk menikmati senja dalam perahuku yang sedang berlabuh… Kulihat Yesus di ruang kemudi, menatapku lembut dan berkata, “Lepaskan tambatan perahumu, dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang. Bukan rencanaKu untuk engkau tetap tertambat di sini.”

Dengan takut, gelisah, dan khawatir aku menjawabNya, “Tuhan bukankah lebih baik aku tetap di sini? Aku tidak akan melihat topan, badai, dan angin ribut. Dan aku dapat kembali ke darat kapan pun aku mau.”

Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku, dan berkata, “Memang di sini engkau tidak akan mengalami topan, badai, dan angin rebut, tapi engkau juga tidak akan pernah melihat bahwa engkau sanggup jika bersama Aku untuk mengatasi semua itu. Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah TUHAN…”

Dalam pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa khawatir akan: keuangan, pekerjaan, pasangan hidup, dan lain-lain. Dalam hati aku bertanya-tanya: tahukah Ia akan apa yang aku inginkan? Mengertikah Ia akan apa yang aku rindukan dan dambakan?

Yesus memelukku dan berbisik lembut, “Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, rindukan, dan dambakan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan kau dapat, tetapi maukah kau percaya bahwa rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan?”

Ia memeluk dan menangis bersamaku. Dengan berat aku melepaskan tali perahuku… Aku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, ku taruh hak atas masa depanku di tanganNya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis aku menatapNya dan berkata, “Aku percaya, aku akan sanggup bersamaMu. Jadilah nahkoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar, ya Tuhanku.”

Bersediakah kita serahkan hak atas masa depan kita dalam tanganNya tanpa kita belum tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya itu?

Yakinkan diri kita, dan ingat firmanNya: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” *Yer 29:11*