Ada sebuah desa peternakan yang memiliki hanya satu sumur air, yang sekaligus menjadi tempat pertemuan masyarakat desa itu pada pagi dan sore hari. Di sana mereka membagi setiap informasi terbaru, selain mengambil air untuk pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari.

Sementara itu sumur tersebut tidak dirawat. Semakin banyak dedaunan jatuh ke dalamnya. Tidak seorang pun peduli dan bersedia memperhatikan hal itu.

Suatu saat sumur itu tertutup penuh dengan sampah dedaunan yang meracuni airnya. Mereka berunding beberapa kali sebelum akhirnya disepakati bahwa sumur itu harus ditutup dan menggali yang baru.

Tetapi seorang tua angkat bicara dan memberikan anjuran lain dengan mengatakan, “Sebaiknya sumur yang bersejarah bagi kita di sini tidak ditutup dan ditinggalkan. Kita harus bersedia mengeluarkan sampah yang berada di dalamnya, yang adalah sampah kita semua, sehingga air menjadi bersih dan dapat diminum lagi. Kita harus bersabar.”

Akhirnya, semua hadirin menyetujui anjuran tersebut, karena kalau berpindah ke tempat lain, mereka harus menggali lagi sumur yang baru. Bersama-sama mereka membersihkan dan mengeluarkan sampah dari sumur itu, dan menanti dengan penuh kesabaran hingga sumur tersebut menghasilkan air bersih lagi.

Manusia cepat atau lambat akan menemui masalah kehidupannya, baik dari dirinya sendiri maupun lingkungan kehidupannya, di mana pun dan kapan pun. Dan setiap masalah yang ditemui harus diselesaikan secara tuntas dan dihadapi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, betapa pun berat dan getirnya. Mengelak dan melarikan diri dari masalah bukanlah cara penyelesaian terbaik. Ke mana pun engkau berlari dan bersembunyi, masalahmu akan tetap menjadi pendampingmu yang paling akrab dan setia.